Rilis Travel Card, ANZ incar pertumbuhan transaksi

JAKARTA. PT Bank ANZ Indonesia kembali meluncurkan kartu kredit terbarunya, yakni ANZ Travel Card. Kartu untuk para pelancong ini diharapkan dapat mendongkrak nilai transaksi hingga 10% per nasabah per bulan, dari rata-rata saat ini sekitar Rp 6 juta per nasabah.

Luskito Hambali, Director of Consumer Finance ANZ menuturkan, selama 3–5 tahun terakhir, pihaknya mencatat peningkatan penggunaan kartu kredit untuk kebutuhan perjalanan, seperti pemesanan tiket pesawat, hotel dan transaksi di groseri serta restoran. "Nah, dengan ANZ Travel Card, nasabah bisa mengubah seluruh transaksi belanja menjadi air miles yang dapat digunakan untuk menikmati perjalanan gratis ke seluruh dunia," ujarnya kepada KONTAN, Rabu (5/9).

Keuntungan lain adalah nasabah dapat mengakses hingga 600 lounge bandara di seluruh dunia dan menikmati tambahan makan dan minum gratis di kedai kopi Starbucks. Selain itu, nasabah mendapatkan asuransi perjalanan gratis dan medical benefit dengan nilai perlindungan hingga sebesar Rp 10 miliar.

ANZ optimistis menerbitkan 7.500 kartu Travel Card hingga akhir tahun nanti. "Dengan target lebih dari 80% nasabah baru,” imbuh dia.

Sejak perkenalan perdana ANZ Travel Card, seri Platinum maupun Signature, tercatat sudah 2.000 kartu tersebar. Secara total, perseroan ini menargetkan 900.000 kartu kredit sampai akhir tahun 2012, dengan outstanding kredit mencapai Rp 4,2 triliun atau naik 15% dari tahun lalu.

Dari sisi aset, kartu kredit berkontribusi sebanyak 65% terhadap total bisnis consumer finance ANZ Indonesia.

Ajay Mathur, Wakil Presiden Direktur Konsumer ANZ menambahkan, ANZ Travel Card meluncur ke pasar lantaran jumlah penumpang pesawat di Indonesia terus bertambah. Badan Pusat Statistik mencatat jumlah wisatawan domestik yang menggunakan pesawat naik 5% pada separo pertama tahun ini.

Selain ANZ, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Internasional Indonesia (BII) sudah lebih dahulu menerbitkan kartu kredit serupa. BCA menggandeng Singapore Airlines untuk merilis kartu kredit bagi nasabah premium bertajuk BCA Singapore Airlines PPS Club Visa Infinite dan BCA Singapore Airlines KrisFlyer Visa Signature.

Sementara Bank BII merangkul PT JCB International Indonesia. Bank milik investor Malaysia ini menyasar nasabah kelas kakap di Indonesia dan warga negara Jepang yang berdomisili di negeri ini. "BII Kartu Kredit JCB Platinum menawarkan nasabah untuk menikmati layanan premium di kedua negara, Indonesia dan Jepang, termasuk negara lainnya," kata Stephen Liestyo, Direktur Perbankan Konsumer BII.